1657408484514812
Loading...

Tips Pilih Waktu dan Jenis Olahraga Yang Tepat Saat Puasa


Masih banyak yang beranggapan bahwa dengan berpuasa kita membatasi segala macam aktivitas normal. Akibatnya, banyak sekali yang menghabiskan waktu puasa dengan bermalas-malasan. Yang biasanya tidak gemar tidur siang, jadi mendadak suka. Yang biasanya rutin berolahraga setiap sore, malah menghentikan aktivitas itu.


Padahal, dengan tetap aktif selama puasa, tubuh Anda akan semakin sehat. Kuncinya adalah mengatur waktu olahraga Anda.

Saat berpuasa, energi yang Anda miliki tentu saja tak sebesar biasanya. Karena itu, pengaturan waktu dan pemilihan jenis olahraga saat puasa sangatlah penting. Anda tetap bisa berolahraga yang tak terlalu banyak menguras tenaga, misalnya jalan kaki.

Olahraga dengan intensitas berat, seperti lari, sepak bola, basket atau pembentukan otot, sebaiknya Anda lakukan di sore hari, menjelang waktu berbuka. Tentu saja, olahraga-olahraga itu akan lebih menyenangkan jika Anda lakukan bersama keluarga atau teman-teman.

Jangan lupa memperhatikan kondisi kesehatan Anda. Jika Anda merasa kondisi badan tidak fit, jangan paksakan tetap berolahraga, atau melakukan olahraga yang berat.

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk berolahraga di bulan puasa?

Pilihannya antara 1-2 jam sebelum buka puasa, langsung setelah berbuka namun hanya menyantap kolak atau segelas teh manis (tanpa makan besar) atau 2 jam setelah berbuka puasa dengan makan besar.

Perlu dingatkan bahwa tidak dianjurkan untuk tidak berolahraga di pagi hari karena kita tidak dapat minum setelahnya. Tidak dianjurkan pula untuk berolahraga sebelum sahur karena udara masih penuh dengan CO2.

Jenis olahraga yang paling disarankan untuk dilakukan saat puasa adalah aerobik seperti jalan kaki, jalan cepat, bersepeda atau berenang. Olahraga dengan beban seperti mengangkat besi atau barbel tidak dianjurkan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berolahraga di bulan puasa, dilansir Intisari-Online.com, dimana denyut jantung lebih cepat karena tubuh kekurangan cairan, antara lain:

  • Intensitas olahraga tidak boleh melebihi denyut jantung maksimal yang besarnya = 220 – usia (dalam tahun)
  • Kurangi durasinya. Kalau biasanya berjalan kaki dengan kecepatan 10 menit/km, kurangi menjadi 20 menit/km. Kalau biasanya berjalan selama 1 jam, kurangi menjadi 30 menit.
  • Frekuensi boleh dipertahankan dengan syarat tidak dipaksakan.
  • Mulailah berolahraga 1 minggu setelah berpuasa.
  • Setelah olahraga jangan langsung tidur malam. Tunggulah sampai suhu tubuh kembali normal, yakni ± 3 jam sesudahnya.
  • Bila melakukan olahraga yang lebih berat seperti badminton atau tenis, batasi intensitasnya. Kalau biasanya 2 – 3 set, selama puasa cukup 1 set saja.
  • Para lansia di atas 60 tahun yang masih berpuasa dianjurkan untuk sementara menghentikan kegiatan olahraganya.

Selamat berolahraga di bulan puasa !





Puasa Ramadhan 8174773870759599720
Beranda item

Terkini

Follow by Email