1657408484514812
Loading...

Hukum Berbuka Puasa dengan Cara Langsung Berhubungan Intim, Tidak Makan Minum Dulu


Berbuka puasa adalah hal yang dinanti bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bahkan disunahkan bagi mereka yang sedang menjalankan untuk menyegerakan buka puasa.

Dasar untuk segera membatalkan puasa sesuai dengan riwayat dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098).

Timbul pertanyaan mengelitik terkait cara membatalkan puasa, bagaimana jika membatalkan dengan jima (berhubungan intim) dengan istri? Sebab jima adalah satu diantara beberapa perkara yang membatalkan puasa selain makan dan minum, muntah disengaja, haid dan nifas.

Mengutip dari kajian pustaka ilmu suni salafiyah, memasukkan zakar ke farji istri diperbolehkan, tapi cara itu tak mendapatkan sunah berbuka puasa.                                    
Pendapat Mu’tamad (yang dapat dijadikan pegangan) tidak terdapatkannya kesunahan menyegerakan diri berbuka puasa karena senggama dapat melemahkan stamina.

Meski tak ada larangan cara itu sebaiknya hindari, Rasulullah sudah mencontohkan berbuka dengan mengkonsumsi kurma, jika tak ada cukup seteguk air.

Dari ulasan itu bisa disimpulkan, membatalkan puasa dengan memasukan alat kelamin ke farji istri meski boleh namun sebaiknya dihindari.

Anjuran lain untuk membatalkan puasa yaitu dengan mengkonsumi makanan atau minuman manis, berbuka puasa dengan air bertujuan untuk menyucikan atau menyegarkan.

Dari sisi medis, pada dasarnya selain menahan hawa nafsu, puasa ditujukan untuk mengistirahatkan organ vital. dr Fredie Irijanto Ph.D Sp.PD KGH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Ginjal Hipertensi dari RS UGM mengatakan, puasa dapat mengistirahatkan organ vital dalam tubuh.

Wallahu 'alam...



Seks Dalam Islam 1797795023218521434
Beranda item

Terkini

Follow by Email