1657408484514812
Loading...

Masalah Ekonomi, Ribuan Pasangan Cerai Tercatat di PA Samarinda Kaltim



Angka perceraian cenderung meningkat dalam empat tahun terakhir. Pemicunya diduga antara lain akibat memburuknya perekonomi keluarga dampak dari melambatnya perekonomian di Kaltim.

Data menunjukkan, dalam kurun waktu tahun 2010 - 2014 tercatat lebih dari 1.000 kasus gugat cerai per tahun yang ditangani pada Pengadilan Agam (PA) Samarinda.

Artinya, selama empat tahun itu, PA Samarinda harus menangani 4.000 lebih kasus gugat cerai. Hal ini diungkapkan Direktur Biro Psikologi Mata Hati Yulia Wahyu Ningrum seperti dilansir TribunKaltim belum lama ini.
Ia mengatakan, berdasarkan pengamatan ditemui penyebab perceraian terutama karena masalah ekonomi. Keadaan ini diperburuk oleh kurangnya iman, dan terlalu banyaknya impian-impian tinggi yang tidak bisa didapatkan dari pasangannya.

Keinginan untuk bercerai menurutnya, menjadi semakin kuat dengan hadirnya pihak ketiga: pria idaman lain (PIL) atau wanita idaman lain (WIL) yang menawarkan janji lebih daripada yang bisa diberikan oleh pasangan sahnya.
"Idaman lainnya lebih menawarkan hal duniawi yang lebih dari pasangannya sendiri. Sehingga itu alasan perceraian tertinggi di Samarinda. Baik itu PIL atau WIL," katanya.

Di bulan Ramadhan ini kata Yulia, pihaknya membuka kelas-kelas yang berhubungan dengan keluarga khususnya terkait pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Di awal-awal ini kata dia, jumlah peserta yang bisa ikut memang masih sangat terbatas.

Namun ia berjanji kedepannya, kegiatan dengan lingkup lebih besar akan digelar. Tujuan akhirnya kata dia, untuk mencegah perceraian bagi pasangan-pasangan yang sudah memutuskan untuk hidup bersama.

"Jadi sebelum menikah, kami memberikan banyak persiapan mental, bagaimana menjadi orangtua dan bagaimana menjadi pasangan hidup, pasangan yang baru. Karena percerain tinggi, maka kami berusahan membuka kelas-kelas kepribadian seperti itu," katanya.







Pernikahan 7784929192677094847
Beranda item

Terkini

Follow by Email