1657408484514812
Loading...

Lulus Pendidikan, 160 Prajurit Marinir Ikuti Pembaretan, Orang tua Terharu



Sebanyak 160 prajurit marinir yang telah lulus pendidikan akhirnya mendapatkan baret ungu dalam upacara yang digelar di Pantai Pasir Panjang, Pusat Latihan Tempur (Puslatpur), Grati, Pasuruan. Pembaretan tersebut dilakukan di bawah gelapnya malam dan deru angin pantai.

Upacara yang dipimpin Danpasmar 1 Kolonel (Mar) Lukman Hasyim tersebut berlangsung khidmat. Upacara diawali dengan atraksi para prajurit Marinir dan disusul dengan pembacaan ulang pesan Presiden Soekarno kepada KKO TNI AL.

"Pembaretan merupakan bentuk tradisi Koprs Marinir sebagai implemetasi pembinaan yang memiliki aspek kultural dan sebagai momentum penting serta memiliki nilai historis bagi semua prajurit," kata Kolonel Lukman Hasyim, dalam amanatnya, Senin (10/8/2015) malam seperti dilansir detikcom.

Menurut pria yang baru saja menduduki posisi Danpasmar 1 menggantikan Brigjen TNI (Mar) Kasirun Situmorang tersebut, pembaretan merupakan titik awal memulai proses pengabdian pada bangsa dan negara. Para prajurit memiliki kewajiban dan tanggungjawab berprilaku dan bertindak sesuai nilai luhur Koprs Marinir.

"Harus ditumbuhkan dan dipupuk kesadaran bahwa kalian semua adalah prajurit kebanggaan rakyat, petarung yang relijuis dan humanis yang menjadi garda terdepan dalam pertahanan negara," tutur Lukman.

Prajurit yang dibaret tersebut terdiri dari 21 perwira remaja angkatan 60 dan 139 bintara remaja angkatan 34. Para perwira remaja tersebut berpangkat Letna Dua sedangkan para bintara remaja berpangkat Sersan Dua.

Setelah dibaret, para perwira remaja akan menjadi Komandan Pleton di seluruh batalyon yang ada di jajaran Koprs Marinir, baik di brigadir invanteri, resimen-resemen juga pusat pelatihan. Sebelum itu, mereka akan menjalani proses pembentukan sesuai bidang yang akan dimasuki selama satu tahun.

Pembaretan tersebut juga dihadiri para keluarga prajurit. Usai upacara dibubarkan, anggota keluarga menyerbu ratusan prajurit Marinir yang masih berada di tepi pantai. Mereka merasa bangga putranya bisa lulus menjadi prajurit Marinir.

"Saya sangat bangga anak saya bisa jadi tentara. Sejak kecil dia sangat ingin jadi tentara. Alhamdulillah cita-citanya tercapai," kata Sirin (48), warga Sambeng, Kabupaten Lamongan.

Mata pria yang berprofesi sebagai guru ini berkaca-kaca karena bahagia bercampur haru saat memeluk putranya, Serda Nanda Nur Khoiri.





Militer 7496520935430005620
Beranda item

Terkini

Follow by Email