1657408484514812
Loading...

Musibah Lagi, Kini Kebakaran di Hotel Tempat Jamaah Haji Indonesia asal Jawa Barat



Telah terjadi kebakaran di lobi Hotel Gawharatal Jawar di Makkah yang merupakan tempat menginap jamaah haji Indonesia asal Jawa Barat, Minggu (27/09) siang waktu Saudi atau sore waktu Indonesia.


Menurut Pelaksana Perumahan Daker Makkah, Ahmad, berdasarkan keterangan dari pemilik hotel, titik api bersumber dari arus pendek pada mesin pemadam kebakaran atau mudhohhoh yang terletak di belakang resepsionis.

Hotel yang terletak di sektor V dengan nomor rumah 502 ini dihuni oleh sekitar 700 jamaah haji Indonesi asal Embarkasi Jakarta – Bekasi kloter 34 (Depok), 39 (Bandung), dan 49 (Garut) atau JKS 34, JKS 39, dan JKS 49.

“Karena alarmnya sering bunyi, ada tekanan sehingga meledak,” terang Ahmad.

Ahmad mengaku petugas pemadam kebakaran bekerja sikap. Hanya sepuluh menit setelah kabar kebakaran itu menyebar, petugas langsung datang dan memadamkan api.

"Semua jamaah haji berhasil dievakuasi dari dalam hotel melalui pintu darurat yang ada di sisi kiri hotel. Jamaah kemudian dievakuasi ke dua tempat, yaitu ke hotel 503 yang berada sekitar 100 meter sisi kanan hotel dan sebagian berteduh di bawah pohon pada jarak 100 meter sisi kanan hotel. Satu jamaah yang kebetulan memang dalam kondisi sedang sakit dan terinfus di klinik kloter, berhasil dievakuasi oleh ambulance untuk kemudian di bawa ke klinik sektor," katanya,

Hayin Aulina Ibrahim (44), jamaah asal Depok  (JKS 39) kepada Media Center Haji (MCH) mengatakan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 waktu Arab Saudi. Saat itu, dirinya sedang bersiap-siap untuk melaksanakan Salat Dhuhur, lalu terdengar alarm kebakaran berbunyi.

“Bunyi alarm dianggap biasa saja karena memang suka berbunyi disebabkan ada yang merokok. Tapi kemudian  ada yang menggedor pintu dan mennyuruh keluar untuk ngungsi di 503,” terangnya.

Senada dengan Hayin, Suhendi yang Ketua Kloter JKS 39 juga mengaku sanksi saat mendengar  alarm berbunyi. Dia baru yakin kalau ada kebakaran setelah salah satu jamaah melihat ke bawah dan ternyata ada asap. “Jamaah langsung pada keluar melalui pintu darurat,” katanya.

Pat Kurniasih (48) saat ditemui MCH mengatakan bahwa saat terjadi kebakaran, dirinya bersama ayahnya (Anon) sedang di mushalla hotel. Mendengar ada kebakaran, dia dan ayahnya bergegas keluar. Pak Kurniasih terlihat menangis karena khawatir dengan keadaan ibunya, Indeng (80), yang saat itu masih ada di kamar.

 “Ibu sudah dibawa turun, Alhamdulillah semua selamat,” tuturnya sembari mengusap air mata.

Pantauan Media Center Haji (MCH) di hotel yang berlokasi di kawasan Raudlah itu, asap mengepul memenuhi lobi hotel. Peralatan pemadam kebakaran tampak sudah terparkir di sepanjang jalan depan lobi hotel, seperti:  3 truk tanki air pemadam kebakaran, 2 blower raksasa penyedot asap, 2 mobile crane, 3 mobil ambulance, dan beberapa mobil evakuasi pemadam kebakaran lainnya.

Sekitar tiga puluh  menit berselang, asap di lobi hotel sudah berhasil disedot dengan blower raksasa sehingga kondisi sudah relatif normal. Sementara para petugas pemadam kebakaran menyelesaikan tugasnya, beberapa jamaah nampak melihat dan menunggu di halaman hotel.





Info Haji 2088397619985306222

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email