1657408484514812
Loading...

Pasca Tragedi Mina, Ratusan Jamaah Haji Indonesia Masih Hilang


Sebanyak 225 jamaah Indonesia dilaporkan hilang atau belum kembali ke tenda pascatragedi Mina, Kamis (24/9). Hingga kini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih menelusuri rumah sakit, pemondokan, dan Masjidil Haram untuk mencari mereka.


Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan, ratusan jamaah yang belum kembali ke tenda di Mina itu berasal dari tiga kelompok terbang (kloter). Dia memerinci, sebanyak 14 orang berasal dari kloter BTH 14 Embarkasi Batam.

Selain itu, sebanyak 19 orang dari kloter SUB 48 Embarkasi Surabaya dan 192 orang dari kloter JKS 61 Embarkasi Jakarta-Bekasi. `'Ketiga kloter ini maktabnya bertempat di Mina Jadid," ujar Arsyad, Jumat (25/9).

Kloter BTH 14 tinggal di Maktab 1 Mina, SUB 48 tinggal di Maktab 2 Mina, dan JKS 61 tinggal di Maktab 7 Mina. Arsyad menyatakan, PPIH Arab Saudi terus berupaya mencari para jamaah yang hilang setelah peristiwa di Jalan 204.

Langkah pertama yang dilakukan, yaitu menginventarisasi data jamaah dari para ketua kloter yang pada waktu tersebut diduga melintas di sekitar tempat kejadian. PPIH juga menyisir seluruh rumah sakit di Makkah.


Dia menambahkan, rumah sakit yang disisir, seperti RS Al Noor, RS King Abdullah, dan RS Jizrul Mina. Selain itu, jelas Arsyad, PPIH mengerahkan petugas pengamanan untuk mencari di semua pemondokan dan sektor khusus untuk mengecek di Masjidil Haram.

Sebab, ada kemungkinan jamaah yang belum kembali ke tenda di Mina karena pulang ke pemondokan. Ia beralasan, lokasi tenda di Mina Jadid lebih jauh ke Jamarat daripada pemondokan mereka. Jarak dari pemondokan ke Jamarat sekitar tiga sampai empat kilometer.

Sementara, jarak dari tenda di Mina Jadid ke Jamarat mencapai tujuh kilometer. Jika hendak mabit atau menginap, jamaah akan menginap di pelataran Jamarat. Setiap malam ketika rangkaian ibadah haji di Mina, banyak jamaah yang memutuskan menginap di Jamarat.

"Kemungkinan lainnya, mereka tersesat," kata Arsyad. Ia menambahkan, enam jamaah asal Indonesia mengalami cedera dan sedang dirawat di rumah sakit. Mereka terinjak-injak ketika berdesakan dengan ribuan jamaah lainnya di Jalan 204.

Mereka kini dirawat di tiga rumah sakit, yakni RS Jizrul Mina, RS King Abdullah, Klinik 107 Makkah, dan RS Al Nur. Meski demikian, Arsyad menyatakan belum dapat memastikan luka yang dialami enam jamaah itu.

Sedangkan jamaah meninggal, hingga Jumat pukul 13.00 waktu Arab Saudi, berjumlah tiga orang. Dua korban sudah teridentifikasi. Mereka adalah Hamid Atwi Tarji Rofia (51 tahun) asal kloter SUB 48 Embarkasi Surabaya dan Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50) asal kloter BTH 14.

Satu jamaah lainnya, kata dia, sudah dipastikan asal Indonesia, tetapi identitasnya masih dicek ulang. Berdasarkan data yang dilansir BBC, terdapat sejumlah korban tewas dari sejumlah negara telah berhasil diidentifikasi.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan, dia memperoleh informasi bahwa kloter JKS 61 memang belum pulang. Sebanyak 55 jamaah dari kloter itu belum ada beritanya. `'Saksi mata dari kloter tersebut melihat 11 jamaah kloter 61 wafat,'' katanya.

Sekretaris Umum Persatuan Islam (Persis) Irfan Safrudin menyatakan sejumlah jamaah Persis hilang. "Betul ada yang hilang. Berdasarkan informasi jumlahnya belasan, tetapi tidak dapat kami sebutkan karena masih dalam konfirmasi."

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz memerintahkan kaji ulang keselamatan jamaah haji. Langkah sang raja merespons tragedi Mina pada Kamis (24/9) pagi yang menewaskan 717 jamaah dan membuat 863 lainnya terluka.

Peristiwa itu terjadi akibat bertemunya arus jamaah di persimpangan dua jalan yang dilalui jamaah, yakni Jalan 204 dan 223 yang mengarah ke Jamarat. `'Perlu perbaikan organisasi dan manajemen pergerakan jamaah,'' katanya seperti dikutip Reuters, Jumat (25/9).

Raja Salman menyampaikan dukacita kepada seluruh keluarga korban. Ia juga menyatakan telah memerintahkan pihak berwenang mengkaji ulang rencana operasi dan memperbaiki manajemen untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan ibadah haji.

Memenuhi perintah raja, putra mahkota Pangeran Mohammad bin Nayyef yang juga mengepalai Komite Haji Pusat, telah memulai penyelidikan. Hasilnya akan diserahkan kepada raja yang selanjutnya menetapkan langkah yang diperlukan. (republika.co.id)






Info Haji 43711836126923133

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email