1657408484514812
Loading...

Batal dengan Jepang, Pemerintah Tunjuk China Garap Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung


Setelah sebelumnya dikabarkan batal dengan Jepang, Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah menunjuk pihak China, untuk menggarap jalur kereta cepat rute Jakarta-Bandung. Proyek tersebut bisa dimulai tahun ini.


Kereta akan dibangun dengan kecepatan sedang, yaitu di bawah 300 km/jam. Karena kecepatan lebih pelan dari semula, Menteri BUMN, Rini Soemarno, meminta China menurunkan nilai proyeknya.

Baca: Sudah Habis Uang Banyak, Dubes Jepang Menyesal Jokowi Batalkan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

"Jadi kan begini, seperti yang sudah diputuskan dalam ratas bahwa kereta cepat Jakarta-Bandung tetap dibangun, tetapi harus berdasarkan B to B (business to business), tidak ada jaminan pemerintah. Tidak ada anggaran pemerntah," katanya usai upacara di Lubang Buaya, Jakarta Timur, seperti dilansir Detik Finance, Kamis (1/10/2015).

Maka dari itu, Rini sudah menghitung kembali kebutuhan proyek tersebut. Saat ini sudah masuk tahap negosiasi dengan pihak China.

"Karena juga pada saat yang sama, kecepatannya ini minimum 250 km/jam maksimum 300 km/jam,       jadi kita minta negosiasi supaya harga juga lebih murah. Jadi masih proses, sabar," kata Rini sambil berjalan cepat menuju mobilnya meninggalkan lapangan upacara.

Rini berharap proyek tersebut bisa mulai berjalan tahun ini. Proyek tersebut dianggap bsia menggairahkan ekonomi dengan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.

"Juga koridor Jakarta-Bandung kan sudah sangat padat. Padahal kalau kita lihat potensi pertumbuhan ekonominya kan besar sekali. Jadi makanya kita merasa bahwa dengan pembangunan kereta ini selain secara langsung dalam proses pembangunannya menyerap tenaga kerja, tapi juga menghidupkan perekonomian sepanjang jalur itu," kata Rini.

Jika proyek tersebut dimulai tahun ini, maka pada 2019 sudah bisa beroperasi. Selain harus cepat dibangun, tapi proyek tersebut juga harus mengutamakan keselamatan.

"Harus mendapatkan internasional sertifikasi mengenai safety, persinyalannya, ini yang paling utama. Jadi memang kita harapkan biarpun konstruksi selesai akhir 2018, mungkin karena pengecekan itu semua, proses jalurnya itu disiapkan semua, mungkin memang 2019 baru operasional secara komersial," jelasnya.





Ekonomi 7319440404462294492

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email