1657408484514812
Loading...

Dolar AS Makin Meroket, Penjualan Barang Elektronik Menurun


Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus meroket, situasi ini berimbas kepada naiknya harga jual produk elektronik impor. Akibatnya, penjualan pun lesu.


Menurut salah satu pegawai toko elektronik Kartrid Asli bernama Agus, akhir-akhir ini penjualan lebih sepi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, terutama setelah dolar AS menembus Rp 14.000.

"Memang ada penurunan sih, lebih sepi sekarang daripada bulan lalu. Sebelum dolar naik, 80% dari laptop dan printer bisa terjual," kata Agus kepada detikFinance di tokoknya yang terletak di ITC Ambassador, Jakarta Selatan, Minggu (4/10/2015).

Ia mengaku penjualan di tokonya turun sekitar 50-60%. Jika dulu dalam sehari ada 10 orang yang beli elektronik di tokonya, sekarang ini bisa dapat 8 orang saja sudah susah.                    

"Rata-rata semua laptop naik harga untuk semua merek. Rata-rata Rp 300-600.000," katanya.

Untuk itu, tokonya gencar melakukan promo untuk menarik lebih banyak pembeli. Misalnya dengan memberikan modem gratis untuk pembelian laptop.

Hal serupa diungkapkan Agung dari Gerai Lenovo. Menurutnya, mulai September ini sudah terasa ada penurunan penjualan.

"Karena daya beli memang sudah mulai melemah jadi ada penurunan sebesar 30%," ungkap Agung.

Meski dolar AS naik, Agung mengaku harga laptop Lenovo belum berubah. Tapi ia memprediksi harganya akan naik dalam beberapa waktu ke depan.

"Kalau masih seperti ini sampai bulan besok mungkin harga bakal baik sekitar 15%. Ini juga mengikuti importir yang masukin barang sekaligus 4 bulan sekali. Yang naik harga sih software dan aksesoris," jelasnya.





Ekonomi 2552635112602602150

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email