1657408484514812
Loading...

Jokowi Persingkat Kunjungan ke AS Guna Tanggapi Keluhan Masyarakat Terkait Kabut Asap


Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mempercepat lawatannya di Amerika Serikat dan segera kembali ke Tanah Air. Dipersingkatnya kunjungan Presiden ke AS karena dirinya akan memonitor langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan serta dampak kabut asap di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan dan Papua.


"Saya memutuskan membatalkan perjalanan ke West Cost dan mungkin langsung meluncur ke Kalteng atau Sumsel," ucap Presiden usai berbicara melalui telepon dengan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan di Blair House, Senin pagi, 26 Oktober 2015 pukul 10.35 waktu setempat.

Jokowi menjelaskan, banyak Keluhan dari masyarakat, laporan kesehatan dan dampak sosial yang terjadi di daerah yang terkena asap adalah penyebab dirinya memutuskan tidak melanjutkan perjalanan dan memilih kembali ke tanah air.

"Titik apinya masih ada di Sumsel sebanyak 146 titik dan di Kalteng ada 366 titik ‎dan juga tempat lain," ujar Jokowi.‎

Menurut Jokowi, dirinya telah menerima laporan bahwa di Riau telah terjadi hujan dan di Kalimantan Tengah (Kalteng) juga terjadi hujan selama 15 menit.

Untuk kunjungan ke West Cost sendiri, Presiden akan menugaskan menteri-menteri yang terkait.                                        
"Saya tugaskan Menkominfo, Mendag, Kepala BKPM, Kepala Badan Ekonomi Kreatif untuk meneruskan bertemu dengan CEO yang ada di sana‎," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Presiden ‎Jokowi dan Ibu Iriana akan kembali ke Tanah Air pada Selasa sore, 27 Oktober 2015 dan diperkirakan tiba di Tanah Air pada Kamis 29 Oktober 2015 dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1. (news.liputan6.com)

Presiden memulai lawatan kenegaraan pertama ke Amerika Serikat pada hari Minggu tanggal 25 Oktober. Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan Jokowi untuk tetap mengunjungi Amerika, padahal bencana asap semakin parah di berbagai tempat di Indonesia.

Selain surat terbuka, banyak pengguna media sosial yang menyuarakan kritik dan pendapatnya, antara lain dengan menggunakan tagar #melawanasap dan #masihmelawanasap. Sejumlah aktivis lokal juga melakukan aksi turun ke lapangan dengan pengumpulan koin dan unjuk rasa.

Kabut asap yang diperkirakan terburuk selama ini telah menyelubungi Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand bagian selatan. (BBC Indonesia)






Kabut Asap 1887729836491941823

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email