1657408484514812
Loading...

Puluhan Tahun Freeport Indonesia Berdiri, Kenapa Rakyat Papua Masih Miskin?


Perpanjangan atas kontrak karya (KK) PT Freeport Indonesia (PTFI) dinilai tetap tidak memberikan perubahan atas nasib masyarakat Papua sendiri.


Padahal, kata Anggota DPD RI dari Papua Charles Simaremare, di atas tanah Papua banyak perusahaan asing yang sudah lama mengeruk kekayaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Papua sendiri, termasuk Freeport.

"Kenapa rakyat Papua tetap terbelakang dan miskin dan bisa dikatakan menderita di atas tanahnya yang subur dan kaya, padahal di dalamnya banyak perusahaan salah satunya Freeport mengeksplorasi?" kata Charles saat acara Forum Senator Untuk Rakyat di Nyonya Dua Cikini, Jakarta, Minggu (25/10/2015).

Charles menyebutkan, harus ada terobosan yang baru mengenai persoalan perpanjangan kontrak karya Freeport Indonesia.                                              
"Harus ada yang dipecahkan misteri soal kontrak karya, bahkan orang-orang di sekitar perusahaan mengalami hal yang sama sangat susah, sangat sulit banyak yang miskin," tambahnya.

Menurut Charles, tidak adanya kontribusi Freeport Indonesia terhadap kesejahteraan masyarakat Papua sendiri harus disikapi dengan baik. Terutama skema investasi besar yang secara tidak langsung telah menyandera pemerintah.

"Jika kita bedakan antara kedaulatan bangsa kita dengan perusahaan yang berinvestasi baik di Indonesia terlebih di Papua perlu kita dicermati karena kedaulatan kita lebih terintervensi dengan adanya investasi atau investor yang membuat Indonesia seperti tersandra dengan investasi besar seperti Freeport yang ingin menaikan investasi dan menekan terus Indonesia untuk perpanjang kontrak, jadi ini perlu dipertanyakan," tutupnya. (okezone.com)





Ekonomi 7928175667321496098

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email