1657408484514812
Loading...

Didepan Pengusaha Sawit, JK Mengaku Yakin Kebakaran Hutan Tak Disengaja



Wakil Presiden Jusuf Kalla meyakini jika kebakaran hutan yang terjadi di beberapa daerah bukan akibat perbuatan yang disengaja. Bahkan, JK mengaku amat yakin masyarakat dan perusahaan tak mungkin melakukan hal tersebut.

"Saya yakin seyakin-yakinnya perusahaan ataupun masyarakat tidak ingin sengaja membakar sawitnya," kata JK saat membuka Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2015 and 2016 Price Outlook di Nusa Dua, Kamis 26 November 2015.

Pada acara yang dihadiri para pengusaha sawit dalam dan luar negeri itu ia melanjutkan, kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan berkaitan erat dengan kondisi lingkungan. Menurutnya, saat ini telah terjadi perubahan ekosistem.

Maka dari itu, ia mengajak masyarakat untuk menjaga dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan ekosistem agar hal serupa seperti kebakaran hutan tak terulang di kemudian hari. "Setiap masalah tentu ada sebabnya. Ada perubahan ekosistem yang terjadi. Karena itulah kita harus mengelola ekosistem yang ada," kata JK.

Pemerintah, ia melanjutkan, saat ini telah menetapkan moratorium untuk pengelolaan hutan dan gambut untuk pengembangan. JK berharap kerusakan ekosistem segera diperbaiki. "Pemerintah ingin melaksanakan upaya besar untuk merestorasi hutan-hutan dan juga gambut yang telah terjadi kerusakan ekosistem," ungkap JK.

Ia berharap agar industri sawit dan perkebunan lainnya dapat berjalan dengan baik. Pada saat sama, kondisi lingkungan juga harus tetap terjaga agar ekosistem tak mengalami perubahan imbas dari industri sawit dan perkebunan lainnya.                            
Beri keadilan

Wapres menambahkan, sawit juga harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dan kekuatan bangsa. Sebabnya ia menilai ada alasan kenapa sawit dianggap sebagai komoditas yang bernilai dan berharga.

"Pertama, palm oil merupakan salah satu sumber yang terbesar untuk makanan di dunia ini. Lalu Indonesia menjadi produsen palm oil terbesar dan palm oil menjadi industri usaha yang memberikan lapangan kerja dan lapangan kerja yang terbesar selain padi," ujarnya.

Menurut dia, alasan di atas menjadi hal esensial karena sawit mampu memberikan sumbangsih yang besar pada pertumbuhan masyarakat. Ketika industri ini berdampak pada pendapatan masyarakat maka sawit juga akan mempengaruhi pendapatan negara secara keseluruhan.

"Karena itu harus dipikirkan bagaimana industri palm oil bisa memberikan yang lebih baik lagi pada masa mendatang," kata JK.

JK menuturkan untuk mengembangkan industri sawit yang dianggap penting ini, pemerintah bersama World Bank telah memberikan kredit pada pengusaha perkebunan sawit besar. Melalui hal ini, ia menyatakan ada komitmen pemerintah untuk memperluas upaya produktivitas sawit.

Perluasan produktivitas sawit ini menurut JK, ditujukan bukan diberikan hanya untuk koorporasi tapi juga harus memberikan pemerataan yang besar pada masyarakat. Hematnya, sawit bisa digunakan untuk perkembangan ekonomi bangsa.





Kabut Asap 3067761021845130439

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email