1657408484514812
Loading...

Jumlah Gay (Pria Suka Sesama Jenis) di Kota Depok Terus Meningkat


Komisi Penanggulangan Aids Kota Depok mencatat peningkatan jumlah laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) alias gay. Komunitas ini tumbuh subur lantaran Kota Depok, Jawa Barat, menjadi wilayah strategis untuk mereka kumpul. Tahun 2014 tercatat 4.932 gay, kini meningkat menjadi 5.791 gay.


Sekretaris KPA Heri Kuntowo mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan gay yang berusia 17-42 tahun di delapan kecamatan di Depok.

Dari pendataan yang diinstruksikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak September-November 2015, baru didapat data sebesar 5.791 LSL di Depok. "Data rekapannya masih berjalan," kata Heri, Selasa 17 November 2015.

Ia mengatakan pemetaan komunitas gay ini dilakukan oleh tiga pengawas dan enam petugas lapangan, yang dibantu dengan lembaga swadaya masyarakat yang menanganinya.

Soalnya, untuk membedakan gay dengan laki-laki pada umumnya sangat sulit. Untuk itu, pihaknya juga merangkul komunitas gay yang ada di Depok. "Yang bisa melihat mereka biasanya sesama gay," ucapnya.

Menurutnya, komunitas gay lebih tertutup dibandingkan komunitas waria. Karenanya, dalam mendata, diperlukan bantuan komunitas dari kalangan mereka. Bahkan, jumlah gay di Depok, lebih besar dari waria yang hanya sebanyak 301 pada 2014 sampai sekarang.

KPA terus melakukan pembinaan agar mereka tidak melakukan hubungan yang menyimpang ini.
Soalnya, hubungan sesama jenis lebih rentan menyebarkan penyakit, seperti HIV dan Aids. "Kami bina agar mereka merubah prilaku. Sebab, ada ancaman penyakit," ucapnya.

Lebih lanjut,ia mengatakan banyak gay dari wilayah lain, seperti Jakarta dan kota lain, yang berbatasan dengan Depok, memilih kota ini untuk berkumpul sehingga jumlah gay di Depok meningkat. ""Kami bina agar mereka merubah prilaku. Sebab, ada ancaman penyakit," ucapnya.

Adapun tempat favorit mereka, seperti panti pijat, toilet, taman, dan pusat perbelanjaan. Lokasi paling banyak kumpul berada di Margonda, terutama di pusat perbelanjaan. "Terus, komunikasi dengan mereka," ujarnya.

Ia melanjutkan, saat ini, pihaknya juga telah menemukan sebanyak 488 penderita HIV. Berdasarkan data hitung-hitungan badan kesehatan dunia, setiap satu orang terinfeksi, di belakangnya ada 100 orang juga yang terkena penyakit yang belum ada obatnya ini.

"Artinya, yang terkena HIV di Depok sudah mencapai 48 ribuan. Itu yang terdata. Penyakit ini seperti fenomena gunung es," kata Heri, Jumat, 30 Oktober 2015.

Ia menuturkan 70 persen penderita HIV di Depok disebabkan prilaku heteroseksual dan 30 persen karena penggunaan jarum suntik. Bahkan dari jumlah yang telah ditemukan, ada sebanyak 28 orang meninggal karena HIV. (tempo.co)





Berita Daerah 1733985970324588099

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email