1657408484514812
Loading...

Keren! Intan, Gadis Cantik ini Pilih jadi Relawan Pemadam Kebakaran Hutan Daripada Sibuk Nongkrong Kayak ABG Lain


Relawan pemadam kebakaran hutan ternyata tak harus pria, wanita pun bisa saja. Contohnya Intan, gadis cantik ini mendadak beken setelah fotonya beredar di sosial media Facebook. Gadis cantik berparas manis ini terlihat sedang menggali sumur, disekelilingnya terlihat asap mengepul. Rambutnya diikat dan wajah terlihat lusuh. Namun meski demikian tak menutupi kencatikannya dalam balutan baju merah bertuliskan resque ini.


Intan, gadis muda ini menjadi perbincangan dalam medsos facebook ketika ia menjadi salah satu relawan pemadam asap di Kalimantan. Fotonya pertama kali diunggah Gaw Bayu Gawtama, Selasa (3/11/2015) dengan disertakan tulisan berikut:
"namanya Intan.... dia emang tergolong seperti batu permata... anak gadis seumuran dia bisa saja hanya duduk di cafe sambil maenin gadget, bisa saja killing time di spa atau salon-salon... anak gadis seumuran dia bisa saja sangat takut bila kukunya terlambat di meni pedi... anak gadis seumuran dia bisa saja sangat takut tidak meng up date medsos nya... tapi dia Intan... si batu permata ini malah memilih gabung dengan laskar SEKOLAH RELAWAN nya mas Gaw Bayu Gawtama.. malah ingin tahu gimana bikin sumur bor... ingin tahu gimana caranya memadamkan api di hutan kalimantan... malah ingin tahu keluyuran ketengah hutan... yah begitulah cara si permata ini menikmati hidupnya...."
(http://www.facebook.com/wulan.d.s.3)

Sekolah relawan yang digawangi oleh Gaw Bayu Gawtama merupakan sekolah relawan yang bertekad membangun 100 titik sumur bor di kawasan hutan Tumbang Nusa, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah yang dilalap api.

Pasukan relawan ini merupakan kumpulan anak muda yang beragam. Ada guru, mahasiswa S1, S2, fasilitator outbound, karyawan, pemilik toko outdoor, mantan guru SLB, dan masih banyak lagi.

Namanya juga relawan, mereka bergerak suka-rela, atas dasar bantuan darimana saja, untuk mengatasi masalah kebakaran hutan dan asap. Mereka butuh donasi untuk menunjang kebutuhan lapangan, baik berupa uang, barang, akomodasi.

Untuk memulai pembuatan sumur bor, relawan menancapkan meter demi meter pipa besi berukuran 1inci dengan kedalaman pipa bisa mencapai 30 meter untuk membuat sumur bor.                                                                
Pipa besi akan dihentikan ketika pipa telah menembus lapisan pasir kasar. Lapisan pasir kasar merupakan indikator lapisan yang banyak mengandung air. Itu kearifan lokal untuk mengetahui lapisan air di tanah gambut. Kelelahan terbayarkan saat air mengucur dengan deras.

Itulah kerja keras relawan Jumpun Pambelom dan Sekolah Relawan untuk mendukung perlawanan api dan asap.

Inisiasi masyarakat ini, layak diapresiasi oleh semua pihak terlebih oleh pemerintah.

Sekolah relawan Gaw Bayu Gawtama. Foto: facebook.com/gaw.gawtama

Sekolah relawan Gaw Bayu Gawtama. Foto: facebook.com/gaw.gawtama





Kabut Asap 9116939351934436738

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email