1657408484514812
Loading...

Mantan Ketua Apindo: Pengusaha capek diancam demo, Kalau tidak mau kerja, keluar saja, masih banyak kok yang mau kerja



Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyatakan jengah dengan kelakuan buruh yang selalu mengancam demo sampai mogok nasional untuk menuntut kenaikan gaji tinggi. Padahal pemerintah sudah menerbitkan aturan pengupahan baru sehingga ada kepastian bagi dunia usaha dan buruh.

Mantan Ketua Umum APINDO, Sofjan Wanandi meminta buruh berhenti melucuti pengusaha dengan cara-cara lawas, demo dan mogok nasional setiap tahun supaya tuntutan dipenuhi pemerintah dan pelaku usaha.

"Itu cara-cara lama mesti stop lah. Tidak usah lagi ancam-ancam, capek diancam terus. Buat kita tidak ada yang bisa diancam lagi, kita sama-sama susah. Kalau tidak mau kerja, keluar saja, masih banyak kok yang mau bekerja," kelakar Sofjan di Jakarta, Selasa (24/11/2015).                                                      
Ia mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan formula upah terbaru berdasarkan perhitungan inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Tujuannya untuk memberikan kepastian dalam lima tahun ke depan kepada pelaku usaha dan investor.

"Yang fair saja, jangan minta hal-hal yang tidak mungkin. Kita saja mempertahankan perusahaan di tengah persaingan seperti ini susah. Jadi formula upah itu harus diterima," jelas Sofyan yang kini menjadi Ketua Tim Ahli Ekonomi Wakil Kepresidenan.

Lebih jauh dikatakan Sofjan, seluruh buruh yang bekerja di perusahaan anggota APINDO tetal menjalankan aktivitas seperti biasa, tanpa terlibat demo maupun mogok nasional. Dengan demikian, tidak ada kerugian maupun penurunan produktivitas yang ditanggung perusahaan.

"Tidak ada kerugian dan penurunan produktivitas, karena tidak ada buruh kita yang ikut mogok. Tapi kita memang minta pemerintah tegas sesuai aturan main," tandasnya. (liputan6.com)





Buruh 8432233467692353223

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email