1657408484514812
Loading...

Panas banget ya kalau siang, emang matahari terbuat dari apa sih?


Panas banget kalau siang hari apalagi saat musim kemarau. Ini gara-gara matahari sedang bersinar terik di langit nan jauh disana. Tapi... bagaimana matahari bisa sepanas itu ya? Emang terbuat dari apa matahari? Komponen dan material apa saja sih yang menyusun matahari? Yuk, mari kita cari tahu lebih jauh tentang matahari ini.


Sebelum bicara lebih panjang, kita cari tahu dulu “spesifikasi” matahari ya.

Seperti disebutkan dalam situs sains.me, benda yang biasa kita sebut matahari ini adalah pusat dari tata surya kita, dan merupakan sebuah bintang!

Kata orang ada jutaan bintang di langit, tapi kenapa mereka semua kecil-kecil, dan matahari terlihat sangat besar ya? Itu dikarenakan matahari adalah bintang yang letaknya paling dekat dengan kita, jadi terlihat paling besar di antara yang lain.

Matahari memiliki suhu yang luar biasa panas, pada intinya panas matahari diyakini mencapai 15 juta derajat Celsius dan suhu permukaannya mencapai 5.726 derajat Celsius! Ingat, air mendidih saja suhunya “hanya” 100 derajat Celsius lho.

Berarti suhu inti matahari itu kira-kira 150 ribu kali lipat lebih panas dibanding air yang sedang mendidih! Jadi kebayang kan, bagaimana panasnya suhu di permukaan matahari sana.

Radius, atau jari-jari matahari, adalah kurang lebih 696 ribu kilometer, atau kira-kira setara dengan 109 kali lipat jari-jari bumi. Dan berjarak kurang lebih 147 juta kilometer dari planet kita.                                                                  
Matahari tersusun dari dua komponen utama, yakni Hidrogen dan Helium. Hidrogen yang ada pada matahari dipercaya diperoleh dari sebuah peristiwa besar yang oleh para ahli dikenal dengan istilah “Bing Bang”.


Nah, Hidrogen ini mengalami sebuah reaksi nuklir bernama reaksi fusi, atau sering juga disebut reaksi inti, yang terjadi di inti matahari dan menghasilkan helium. Dari reaksi fusi ini, selain helium, juga dihasilkan banyak gas lain, di antaranya karbon, nitrogen, dan oksigen dalam jumlah yang sangat kecil.

Tekanan gaya grafitasi matahari yang sangat tinggi ditambah efek reaksi inti pada matahari juga menghasilkan energi yang luar biasa besar. Energi ini akhirnya dilepaskan ke angkasa dan dapat kita rasakan sampai di bumi.

Energi yang berasal dari matahari inilah yang bisa mendukung segala macam kehidupan yang ada di bumi. Mulai dari manusia, hewan, hingga tumbuh-tumbuhan. Bisa dikatakan bahwa matahari adalah sumber energi paling utama untuk makhluk hidup yang ada di bumi.






Sains dan Teknologi 5649340058567866560

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email