1657408484514812
Loading...

Pengamat ekonomi: "kita perlu bersyukur punya presiden seperti Jokowi"


Pengamat ekonomi dari Universitas Widya Mandira Thomas Ola Langoday mengatakan "Saya rasa kita perlu bersyukur karena punya presiden seperti Pak Jokowi karena memang terlihat dengan jelas bahwa dalam satu tahun ini ia mempersiapkan semuanya untuk Indonesia demi untuk empat tahun ke depan," katanya kepada Antara di Kupang, Rabu (28/10).


Ia berpendapat satu tahun pemerintah Presiden Joko Widodo merupakan bagian dari waktu untuk menyiapkan konsep menuju Indonesia yang lebih baik.

Artinya bahwa Jokowi sendiri menurutnya telah meletakan satu fundamental ekonomi baik dalam bidang ketahanan pangan, kedaulatan pangan, tol laut, serta pembangunan infrastruktur baik pembangunan yang dimulai dari pinggiran desa sampai ke pelosok-pelosok.

Sebab dengan adanya peletakan fundamental ekonomi yang kuat, diperkirakan kedepannya ekonomi Indonesia akan menjadi ekonomi 'balon' yang kembung tetapi tidak ada isinya dan mudah meledak. "Ini semua disiapkan untuk pemerintahan untuk tahun 2016, 2017, 2018 sampai 2019," tuturnya.

Namun, ia juga mengakui bahwa selama setahun pemerintahannya Joko Widodo belum terlihat dengan jelas semua programnya terlaksana. Tetapi, minimal Jokowi telah meletakan konsep yang baik, yang pencapaiannya akan sangat jelas di sisa masa kepemimpinannya baik untuk pengalokasian anggaran ke daerah, ke desa-desa disertai dengan pengalokasian dana dari lembaga dan kementerian untuk pembangunan infstruktur.

Ia juga mengaku bahwa banyak kritikan yang dilontarkan oleh pengamat atau pihak-pihak lain, namun lanjutnya untuk membangun suatu bangsa membutuhkan waktu yang lama. "Pembangunan suatu daerah apalagi sebuah bangsa itu tidak semudah membalikan telapak tangan, tidur malam besok bangun sudah jadi," tegasnya.

Apa yang dilakukan oleh Jokowi saat ini menurutnya akan diperoleh hasilnya oleh generasi berikutnya. (Sumber: Antara)





Jokowi - JK 9209608576112751431

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email