1657408484514812
Loading...

Pengukuhan KBPH Suryodilogo Menggantikan Paku Alam IX Dinilai Melanggar Tradisi Yogya


KBPH (Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo) Suryodilogo telah dikukuhkan menggantikan Paku Alam IX. Keputusan itu dibacakan Pengageng Kawedanan Kasentanan Puro Pakualaman, KPH Tjondokusumo sesaat sebelum jenazah Paku Alam IX diberangkatkan menuju pemakaman Astana Girigondo, Minggu (22/11/2015) lalu.

Kanjeng Bendoro Pangeran Haryo (tengah)

Namun, Tak semua pihak menyetujui pengukuhan KBPH Suryodilogo menggantikan almarhum Paku Alam IX. KPH Wiroyudho mengatakan tak ada tradisi Pakualaman menunjuk putra mahkota atau pangeran pati.

KPH Wiroyudho menyayangkan penunjukan putra mahkota Pakualaman dilakukan saat masa berkabung. Yaitu sesaat sebelum Paku Alam IX dikebumikan pada Minggu 21 November 2015.

"Ini paugeran apa yang mereka pakai?" ujar KPH Wiroyudho, Senin (23/11/2015) malam.                            
Ia menilai pengangkatan KBPH Suryodilogo cacat secara paugeran dan moral. Bagi mereka, keputusan tersebut juga dianggap menyalahi etika dan norma-norma kesopanan.

"Kami menganggap ini adalah cara-cara yang tidak bagus dalam mencari kekuasaan," kata dia.

Ia juga berpendapat, KPH Tjondrokusumo yang menandatangani keputusan itu tak memiliki legitimasi. KPH Tjondrokusumo, lanjutnya, seharusnya sudah menjadi demisioner sebagai Pengageng Kawedanan Kasentanan Puro Pakualaman pasca wafatnya Paku Alam IX.

"Bagaimana mungkin yang telah demisioner bisa mengeluarkan sebuah keputusan? Kami akan mengambil tindakan atas kesewenang-wenangan ini," kata dia.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga sempat mengatakan bahwa jabatan wakil gubernur tidak bisa langsung diisi. Artinya, terjadi kekosongan sementara sembari menunggu proses penggantian secara internal sesuai paugeran Puro Pakualaman.

"Sementara kosong. Pengganti itu urusan internal. Punya tata cara sendiri," ucap Sultan. (metrotvnews.com)





Berita Daerah 5146402907901952040

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email