1657408484514812
Loading...

Perkosaan di Jembatan Penyebrangan, Ahok Akui Jakarta Belum Aman



Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengakui ruang-ruang publik yang ada di Ibu Kota saat ini belum aman dari tindakan kriminal. "Ya sampai saat ini belum aman," ujarnya saat ditemui di Balai Kota pada Sabtu, 28 November 2015.

Sebagai buntut banyaknya kasus-kasus kriminalitas yang terjadi di Jakarta, termasuk pemerkosaan terhadap seorang wanita di jembatan penyeberangan orang (JPO) Pondok Indah pekan lalu, Ahok telah menginstruksikan anak buahnya memperbanyak kamera CCTV di daerah-daerah yang rawan. "Di tiap kelurahan ada monitor. Kami juga sudah kerja sama dengan TNI/Polri," ucapnya.

Ahok berujar, dirinya memang tengah mengebut program 6.000 CCTV untuk menangani berbagai permasalahan di Jakarta.                                  
Termasuk mencegah terjadinya aksi kriminal. "Lagi dikerjain. Sekarang sudah ada ribuan, ada sekitar dua ribu."

Ahok ingin kamera CCTV yang dipasang nantinya dapat memperlihatkan gambar di monitor secara real-time. "Cuma server kami belum gede bandwidth-nya. Enggak ada yang real-time untuk CCTV karena berat. Kalau ada jeda 10 menit percuma dong. Makanya, saya mau real-time," katanya.

Sabtu lalu, seorang perempuan berinisial RJ diperkosa di atas jembatan penyeberangan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, sekitar pukul 16.30 WIB. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal mengungkapkan, sebelum memperkosa korban, pelaku merampas uang sebesar Rp 200 ribu dan sebuah telepon seluler milik korban.

(tempo.co)





Jakarta 3678126101575670631

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email