1657408484514812
Loading...

Arema Cronos Lolos ke Semifinal PJS Usai Kalahkan Surabaya United 3-1


Arema Cronus memastikan satu tiket ke semifinal Piala Jenderal Sudirman 2015. Pada laga kedua babak delapan besar kontra Surabaya United, Sabtu (19/12) malam, tim berjuluk Singo Edan mencatat kemenangan meyakinkan 3-1. Hasil ini membuat Arema mengoleksi 6 poin dan memimpin Grup E.


Poin tersebut sudah tidak mungkin terkejar, sehingga pada laga terakhir kontra Pusamania Borneo FC tinggal menentukan status sebagai juara grup. Sedangkan Surabaya United dipastikan tersingkir. Kemenangan Arema pada laga itu ditentukan Cristian Gonzalez (63'), Kiko Insa (66') serta penalti Esteban Vizcarra (76').

Surabaya mencetak gol hiburan di menit 89' lewat penalti Firly Apriansyah setelah Benny Wahyudi melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Benny menerima kartu kuning kedua alias kartu merah sehingga harus absen di laga berikutnya kontra Pusamania Borneo FC.

Surabaya United pantas menerima kekalahan karena sama sekali tak bisa melakukan tendangan ke gawang Arema sepanjang laga. Walau bermain rapi dan percaya diri, kulitas tim asal Kota Pahlawan tidak bisa mengimbangi arek-arek Malang.

Esteban Vizcarra menjadi pemain paling menonjol pada laga tersebut. Aksi individu, mobilitas serta eksekusi pinalti, mewakili kualitas eks pemain Semen Padang ini. Ketika pemain Arema seperti Samsul Atif dan Tony Espinosa bermain di bawah form, dia menjadi solusi bagi timnya.

Di interval pertama, kedua kubu melewatkan 45 menit dengan sangat minim peluang. Arema Cronus baru memperoleh tendangan ke gawang pada menit 33' yang dilepaskan Benny Wahyudi dan ditepis kiper Thomas Ryan. Sedangkan Surabaya United malah lebih parah karena tanpa satu pun tendangan ke gawang.

Ketenangan lini belakang Surabaya United patut diapresiasi karena mampu menghadapi trisula Arema dengan disiplin. Walau sempat ada miskomunikasi yang nyaris berujung gol bunuh diri, tapi secara umum lini belakang Surabaya United cukup solid.

Pemain Arema sangat sulit mencari celah untuk mencapai kotak enambelas lawan. Serangan yang biasanya diinspirasi sayap melalui Samsul Arif dan Esteban Vizcarra, tidak berjalan optimal. Serangan dari tengah pun sulit karena Tony Espinosa dibatasi ruang geraknya.

Arema Cronus hanya sekadar menguasai bola, melakukan tekanan, tapi tidak benar-benar membahayakan.                                  
Surabaya United cukup cerdik dalam membatasi kreativitas pemain Arema, terutama pemain kunci macam Cristian Gonzez, Esteban Vizcarra, Samsul Arif dan Tony Espinosa.

Fase kedua tidak ada perubahan drastis di kedua kubu. Surabaya United masih kesulitan membuat tendangan ke gawang, sedangkan Arema juga mengalami masalah menembus pertahanan yang digalang Munhar dkk. Berbagai upaya Arema hanya berakhir di kami bek-bek Surabaya United.

Sebenarnya Surabaya United sendiri bukannya tanpa kesempatan. Dua kali tim asuhan Ibnu Grahan bisa mendekati gawang Arema melewati Evan Dimas dan Ilham Udin. Tapi upaya tersebut bahkan tak sampai mengarah ke gawang karena buruknya penyelesaian.

Soliditas Surabaya United akhirnya terhapus oleh kesialan di menit 63'. Sepakan Sahrul Gunawan yang bermaksud membuang bola di dalam kotak pinalti mengenai kaki Cristian Gonzales dan mengarah ke gawang. Thomas Ryan yang terlanjur maju, tak mampu menggapai bola yang meluncur ke gawangnya.

Singo Edan semakin termotivasi dengan gol tersebut. Hanya berselang tiga menit, Kiko Insa menggandakan keunggulan timnya. Melalui umpan silang Ferry Aman Saragih, Kiko Inza yang berada di tiang jauh langsung menyambar bola. Sebenarnya gol ini berbau offside karena bola dari Ferry sempat menyentuh Cristian Gonzales.

Surabaya United dalam kesulitan besar dan susah payah mencoba mengejar walau terlampau sulit. Perlawanan Surabaya United benar-benar berakhir pada menit 75' setelah Esteban Vizcarra dijatuhkan Fathurrohman di kotak terlarang. Pinalti diberikan wasit dan Esteban mengeksekusi sendiri dengan manis.

Surabaya United baru melakukan ancaman di akhir babak kedua dan memperkecil skor menjadi 3-1 via eksekusi penalti Firly Apriansyah. Penalti ini sekaligus menjadikan Arema mengakhiri laga dengan 10 pemain karena Benny Wahyudi menerima kartu kuning kedua.






Piala Jenderal Sudirman 446614015126248273

Poskan Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email