1657408484514812
Loading...

Kisah Anak Jokowi Makan Daging Babi di Singapura jadi Pelajaran Bagi Muslim yang Melancong ke Luar Negeri


Perbedaan kultur sosial di Indonesia yang mayoritas muslim dengan negara yang mayoritas non muslim tentu berbeda. Oleh karena itu, ketika seorang muslim yang terbiasa hidup di lingkungan islami maka harus berhati-hati ketika berada di negara yang mayoritas non muslim, misalnya kehati-hatian dalam membeli makanan apakah halal atau haram.

Kisah berikut yang dialami putra bungsu Presiden Jokowi hendaknya menjadi pelajaran bagi muslim yang bepergian ke luar negeri khususnya negara dengan mayoritas penduduk non muslim. Salah satunya negara Singapura yang mayoritas agamanya Budha, dimana daging babi diperjual belikan bebas dan tersebar dimana-mana layaknya daging sapi di Indonesia. Jadi, jika membeli makanan disana, alangkah baiknya ditanya apakah makanan tersebut halal atau haram.

Kaesang Pangarep, Putra Bungsu Jokowi. Foto: misterkacang.blogspot.com

Kisah Anak Jokowi Makan Daging Babi di Singapura

Saat-saat awal berada di Singapura untuk menuntut ilmu, putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, punya banyak cerita unik dan lucu, bahkan terkadang konyol. Salah satunya, Kaesang sempat mencicipi daging babi di sebuah food court dekat asrama.

Kala itu, ia melihat ada daging gede berbentuk kotak. Daging tersebut terlihat sangat enak dari luar. Penasaran, akhirnya Kaesang memesan satu porsi. Setelah pesanan terhidang, ia mencobanya. Ternyata, rasanya luar biasa enak.

“Ini daging yang paling enak yang pernah gue coba,” kata Kaesang, seperti ditulis dalam blog pribadinya, misterkacang.blogspot.com, 5 Maret 2013 dengan judul tulisan "Suka Duka Pertama Kalinya Sekolah di Singapore", ia pun melengkapi komentarnya, “Dagingnya itu super lembut, empuk dan maknyus.”                                                                                              
Lantaran terpesona dengan cita rasa daging tersebut, Kaesang melanjutkan cerita, ia berniat membeli satu porsi lagi untuk dimakan di asrama. Namun, sebelum memesan, ia ingin tahu apa daging yang maknyus tadi.

“Gue tanya sama abangnya yang jual dan abangnya ngomong itu daging babi,” kata Kaesang. Ia pun sempat mengumpat. “Pertama kali di Singapore gini udah bikin dosa. Udah dosa gue banyak banget lagi di Indonesia, ini malah ditambah lagi gara-gara makan daging babi. Tapi enak banget sih sebenernya dagingnya, bikin ngangenin.”

Kaesang yang merasa berdosa setelah memakan daging babi langsung mencari masjid terdekat. "Maksudnya, gue mau tobat gara-gara makan daging babi tadi," tulisnya.

Saat salat, Kaesang merasa tak bisa khusyuk. "Gara-gara gue keinget sama enaknya daging babi tadi," ujarnya. Ia pun mengaku merasa dosanya berlipat ganda.

Agar tak terngiang makan babi, Kaesang lalu mencari daging lain yang halal. Setelah berputar sana-sini, akhirnya ia menemukan daging kambing. "Tampilan luar sih kelihatan enak banget. Namun, setelah dicoba, alamak, rasenya enggak karu-karuan. Ternyata rasanya tu ga enak banget. Kaya makan arang yang dikasih kuah jengkol busuk. Rugi dah gue," tulisnya.

Hari Sabtu 21 November 2015 lalu genap setahun Kaesang di widuda setelah lulus dari kuliahnya di Anglo-Chinese School (ACS) Singapura pada Jumat, 21 November 2014. Presiden Jokowi pun hadir pada pelaksanaan wisuda kaesang tersebut.






Jokowi - JK 5330467116342002102

Poskan Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email