1657408484514812
Loading...

Larang Muslim ke AS, Gelar Doktor Trump Dicabut Universitas Scotlandia


Reaksi keras diberikan pemerintah Skotlandia terhadap bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump. Skotlandia mendepak Trump dari posisi duta bisnis negara tersebut.


Gelar kehormatan Trump yang diberikan sebuah universitas di Skotlandia juga dicabut. Semua ini sebagai respons atas seruan Trump yang berniat melarang warga muslim masuk ke wilayah AS, jika dirinya terpilih menjadi Presiden AS.

"Pernyataan Trump baru-baru ini menunjukkan bahwa dia tidak lagi layak menjadi duta bisnis bagi Skotlandia," sebut juru bicara otoritas Skotlandia, seperti dilansir AFP, Kamis (10/12/2015). Sejak tahun 2006 lalu, Trump ditunjuk menjadi duta bisnis Skotlandia atau yang disebut ' GlobalScot'.

Dalam kampanyenya di South Carolina, awal pekan ini, Trump menyerukan pelarangan total bagi warga muslim untuk masuk ke wilayah AS, hingga otoritas AS mengatasi ancaman yang muncul. Seruan ini menanggapi penembakan brutal di San Bernardino, California yang menewaskan 14 orang.

Robert Gordon University di Aberdeen, Skotlandia mengumumkan bahwa pihaknya akan mencabut gelar doktor Administrasi Bisnis yang pernah diberikan kepada Trump pada tahun 2010 lalu. Pencabutan ini dikarenakan ucapan Trump yang kontroversial.

"(Pernyataan Trump) Sungguh tidak sesuai dengan etos dan nilai-nilai universitas ini," demikian pernyataan pihak Robert Gordon University.

Pencabutan gelar doktor ini diusulkan oleh seorang warga Aberdeen, Skotlandia, Suzanne Kelly yang sudah sejak lama menjadi pengkritik keras aktivitas bisnis dan politik Trump. Kelly biasa menulis untuk situs jurnalis warga Aberdeen Voice, salah satunya ketika dia melaporkan isu-isu soal proyek pengembangan resor golf Trump di Aberdeen yang sempat memicu konflik dengan warga lokal.

Dilaporkan CNN, bahwa Kelly merupakan sosok yang mengusulkan kepada Robert Gordon University untuk mencabut gelar doktor Trump yang diberikan 5 tahun lalu. Dia mengajukan petisi lokal untuk pencabutan gelar doktor dan berhasil menarik lebih dari 38 ribu tanda tangan.

"Serangan verbal Trump yang terus-menerus dan seolah tidak menyesal, terhadap berbagai kelompok didasarkan kewarganegaraan, agama, ras dan fisik merupakan kerugian besar (bagi pihak universitas)," demikian sebut argumen dalam petisi itu.






Donald Trump 5348681756659985872

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email