1657408484514812
Loading...

Mitos Jawa & Sunda "Pria Bungsu Jangan Nikahi Wanita Sulung", Benarkah? Emang Kenapa?


Jodoh memang salah satu hal yang dirahasiakan Tuhan dalam kehidupan manusia. Mencari jodoh yang tepat bagi sebagian orang bisa jadi bagaikan mencari jarum dalam tumpukan jerami. Makanya tak aneh, beberapa orang sampai telat nikah gara-gara belum juga menemukan jodoh yang cocok.


Semua orang pasti tidak mau terjebak dengan orang yang salah. Dan, orang tua juga pasti menginginkan anaknya mendapat jodoh yang tepat. Demi mewujudkan hal itu, banyak orang tua maupun anaknya sendiri memegang teguh petuah lama yang dipercaya sebagai 'panduan dan pantangan' dalam mencari jodoh yang tepat. Salah satunya mitos yang berkembang di daerah Jawa dan Sunda, "wanita sulung jangan menikah dengan pria bungsu" alasannya tidak dijelaskan secara detail namun dipercaya bahwa pernikahannya tidak akan berjalan mulus. Benarkah seperti itu?

Secara logika, mungkin benar anak pertama perempuan tidak cocok dengan pria bungsu. Mengapa demikian? Hal ini bisa terlihat dari kesehariannya.

Biasanya, anak sulung cenderung perhatian terhadap keluarga dan penuh dengan tanggung jawab. Sementara itu, anak bungsu biasanya cenderung manja dan sulit mengatur ego.

Sebenarnya, pernikahan antara anak sulung dan bungsu boleh-boleh saja. Justru anak sulung dan bungsu bisa menjadi pasangan yang saling melengkapi kekurangan masing-masing.

Namun yang menjadi masalah disini adalah anak sulungnya perempuan, sedangkan anak bungsunya laki-laki. Jika anak sulung wanita menikah dengan anak bungsu pria, dikhawatirkan terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupannya nanti.                                    
Coba bayangkan, jika anak pertama wanita menikah dengan anak bungsu pria, bisa jadi wanita itu lebih dewasa dibandingkan dengan sang pria. Padahal dalam sebuah keluarga, dibutuhkan sosok pria yang dewasa.

Karena sudah kodratnya, seorang pria menjadi kepala rumah rumah tangga yang tak lain pemimpin di keluarga. Untuk itu, tak salah jika ada mitos yang melarang anak pertama wanita menikah dengan anak bungsu pria.

Terlepas dari mitos yang ada, kita perlu pahami bahwa semua yang terjadi sudah digariskan oleh Tuhan. Jadi, kalau pun pada akhirnya anak pertama wanita dipertemukan dengan anak pria bungsu, mau apalagi? Ingat, kebahagiaan itu milik semua orang. Jadi, selagi masih ada waktu pilihlah kebahagiaanmu sendiri.

Ingat, mitos awalnya sebuah ungkapan yang tujuannya hanya untuk menakut-nakuti. Untuk itu, jadikanlah mitos sebagai pengingat untuk berhati-hati dalam memilih jalan hidup. Jalan hidup yang dimaksud disini adalah jodoh.

Jadi, bagaimana dengan mitos pernikahan anak pertama wanita dan anak bungsu pria dalam budaya Jawa dan Sunda? Kembali kepada masing-masing sih. Tapi yang pasti, mau menikah dengan anak sulung, anak bungsu, atau anak ke berapa pun tak menjadi masalah seharusnya. Berdoa saja kepada Yang Maha Kuasa, supaya jodoh yang dipilih adalah pasangan yang terbaik. Aamiin...






Pernikahan 8304873997979288269

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email