1657408484514812
Loading...

Sah, Registrasi Nomer HP Perdana Prabayar Kini Wajib Tunjukkan Kartu Identitas, Begini Mekanismenya


Setelah melalui tahapan pembahasan bersama dengan penyelenggara jasa telekomunikasi atau operator, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menetapkan pelaksanaan registrasi prabayar.


Registrasi prabayar melalui Surat Ketua BRTI Nomor 326/BRTI/IX/2015 yang dibuat pada 21 September 2015. Meski demikian, registrasi pelanggan prabayar wajib dilaksanakan secara nasional pada 15 Desember.

Dengan demikian, khusus pembeli baru kartu prabayar saat ini mereka harus menunjukkan identitas yang valid melalui KTP, SIM, Paspor atau Kartu Pelajar di tempat pembelian kartu perdana.

Registrasi pelanggan prabayar wajib dilakukan oleh penjual kartu perdana prabayar, di mana data yang di-input seperti nomor, nama, tempat/tanggal lahir dan alamat rumah. Mekanismenya, registrasi prabayar menggunakan SIM Tool Kit 4444 yang dimodifikasi atau memakai perangkat registrasi lain yang disediakan operator dengan menambahkan identitas (ID) milik penjual kartu prabayar.

Dengan penertiban ini, maka pihak penjual kartu perdana memiliki identitas atau ID resmi yang diberikan oleh operator telekomunikasi. Apabila ditemukan ketidaksesuaian data, maka operator bisa mengenakan sanksi kepada pihak distributor, outlet atau retail.

Sanksi yang bisa dikenakan tersebut bisa berupa peringatan tertulis, atau peninjauan kembali syarat dan ketentuan penjualan kartu perdana pra bayar.

Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, Kalamullah Ramli, bersama beberapa perwakilan operator telekomunikasi mengatakan, penertiban registrasi ini perlu dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan nomor telefon seluler.

"Eksisting kita tertibkan juga. Karena jumlah (nomor eksisting), 200-300 juta sekian, tetapi jumlah yang real 200 juta pemilik Sim Card. Untuk pengguna eksisting, kita perlu koordinasi dulu untuk teknisnya," kata Kalamullah.





Gadget 1189430341304003197

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email