1657408484514812
Loading...

Beredar Akun Facebook Hakim Parlas Nababan, Bilang "Masyarakat Indonesia Bodoh"


Kontroversi hakim Parlas Nababan yang 'membebaskan' perusahaan terduga pembakar lahan 20 hektar hutan karena masih bisa ditanami masih terus berlanjut. Setelah sebelumnya beredar meme-meme lucu yang menyuarakan protes terhadap kasus tersebut, kini muncul akun facebook bernama Parlas Nababan. Akun yang merupakan halaman penggemar atau fanpage ini dibuat seolah-olah ini adalah akun hakim Parlas Nababan.

https://www.facebook.com/parlasnababanfans/

Pada 4 Januari 2016, akun Facebook Parlas Nababan menulis status yang dianggap meng-klarifikasi putusannya yang kontroversial terhadap terduga pembakar hutan:

Masyarakat indonesia memang kebanyakan bodoh..mereka tidak mengerti apa yang orang berpendidikan tinggi seperti saya.
Saya maklum itu..karena saya adalah seorang sarjana hukum sekaligus hakim yang sukses..mana mungkin kalian bisa paham..bahwa:
"Kebakaran hutan tidak merusak lingkungan''
Yang merusak nya adalah Api..jadi api lah yang bersalah dalam hal ini..bukan Perusahan besar yg telah membantu ekonomi kita dan saya khususnya.paham kalian!? 
                                                                       
Saat berita ini diturunkan, sudah 1.901 orang yang menyukai akun tersebut. Tiap status yang ditulis, pasti dikomentari negatif oleh para facebooker. Dilihat dari profil dan status-status yang ditulis, akun ini tidak seperti akun resmi, tapi lebih mirip akun lucu-lucuan saja.

Seperti diberitakan, sejak sebulan lalu digelar sidang gugatan perdata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap PT Bumi Mekar Hijau di PN Palembang. KLHK menuntut ganti rugi material Rp 2,6 triliun dan biaya pemulihan lingkungan Rp 5,6 triliun atas kebakaran seluas 20.000 hektar di areal perusahaan itu pada 2014. Perusahaan pemasok bahan baku pulp bagi grup perusahaan Sinarmas APP ini dinilai lalai sehingga tak dapat mengendalikan kebakaran meluas.

Parlas Nababan yang menjadi hakim, menolak gugatan kasus tersebut. Parlas menilai kebakaran tak merusak lahan karena masih bisa ditumbuhi tanaman akasia. Majelis hakim pun menilai, tanaman akasia turut terbakar sehingga perusahaan itu mengalami kerugian.





Hukum dan Kriminal 2101145807528426479

Poskan Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email