1657408484514812
Loading...

Dapat Tunjangan Kinerja, Karyawan RRI Jember ini Berhenti Narik Becak


"Kepala jadi kaki - Kaki jadi kepala"... itulah sepak terjang dan kenyataan harus dijalani Angkasawan LPP RRI Jember yang hingga kini masih berstatus Pegawai Bukan Pegawai Negeri Sipil (PBPNS), Hartono (50) demi menghidupi keluarganya.


Bapak dua anak ini, rela bekerja menjadi tukang becak setelah lepas dinas kantor karena tuntutan kebutuhan hidup semakin tinggi dan gaji yang diperoleh kurang mencukupi untuk menyekolahkan kedua anaknya.

Hartono mengabdi di RRI Jember sejak tahun 2000 lalu menduduki posisi petugas pemancar Rambigundam dan pertengahan 2014 berpindah posisi jabatan sebagai Scurity RRI Jember.

"Saya masuk sini (RRI Jember) mulai gaji Rp 100.000,-. Mulai itulah saya juga bekerja jadi tukang becak," ujar Hartono kepada Reporter RRI Jember, Senin (11/1/2016).                                        
"Saya berpenghasilan lumayan untuk menghidupi keluarga saya itu sejak diangkat menjadi PBPNS yakni pada awal 2010 lalu. Namun masih tidak cukup untuk menyekolahkan kedua anak saya serta memenuhi kebutuhan lainnya, sehingga profesi sebagai tukang becak pun tidak saya tinggalkan sebagai tambahan biaya hidup hingga akhir 2015", ungkapnya.

Setelah memasuki bulan Desember 2015 kemarin, seluruh angakasawan RRI baik yang berstatus PNPNS maupun PNS mendapatkan tunjangan kinerja sesuai dengan grade sebagaimana telah disesuaikan dengan jabatan serta Tupoksi masing-masing.

"Setelah mendapat Tunjangan Kinerja (Tukin) becak saya langsung saya jual dan saya putuskan untuk lebih fokus terhadap pekerjaaan inti saya yakni mengabdi kepada RRI. Saya sangat senang sekali karena sangat mampu mencukupi kebutuhan keluarga saya," pungkas Hartono. (rri.co.id)





Ragam Nusantara 1401484073166507994

Poskan Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email