1657408484514812
Loading...

Dari Kantong Pribadi, Jokowi Beri Tambahan Modal untuk Kusrin, Perakit TV Lulusan SD


Merasa kagum dengan televisi hasil rakitan Muhammad Kusrin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan dana segar dari dana pribadi berupa tambahan modal untuk mengembangkan bisnisnya.

Presiden joko Widodo mengatakan televisi rakitan miliki Kusrin bukanlah sekedar televisi untuk kalangan menengah ke bawah, melainkan juga bisa mengakses informasi. "Jadi selain fungsi UKM ada fungsi yang lebih penting lagi," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Johan Budi S.P. dalam siaran pers, Senin 25 Januari 2016.


Menurut Johan, atas usaha kreatif Kusrin, Presiden Jokowi secara pribadi memberikan bantuan tambahan modal. Namun, Johan tak menyebut berapa jumlahnya.

Jokowi memberikan tambahan modal ini, lantaran melihat kerja keras yang dilakukan Kusrin dalam mengembangkan televisi rakitannya. Apalagi, dirinya pernah dinyatakan bersalah, lantaran melanggar undang-undang tentang Standar Nasional Indonesia (SNI).

Terlebih lagi, televisi hasil rakitan Kusrin juga berasal dari barang bekas.

"Karena melihat effort Mas Kusrin memproduksi barang daur ulang," sambung Johan.

Senada dengan Johan, Menteri perindustrian Saleh Husin mengatakan, selama ini Presiden sering memberi perhatian terhadap pengusaha kecil seperti Kusrin. Kementerian Perindustrian, akan terus membina dan memberi arahan pengembangan usaha UD Haris Elektronik milik Kusrin sehingga nilai jualnya akan lebih meningkat.

“Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin akan membantu pengurusan paten televisi-televisi produk Kusrin,” ucap Saleh.

Pada 19 Januari lalu, Menperin telah menyerahkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda-Standar Nasional Indonesia (Sertifikat SNI) kepada Kusrin untuk produk televisi rakitan jenis tabung atau cathode ray tube (CRT).

Segmen pasar televisi Maxreen ini adalah tersendiri, sehingga tidak bersentuhan dengan segmen pasar produk pabrikan. "Pangsa pasarnya menengah ke bawah, karena dijual per unit Rp 400-500 ribu. Produksi setiap hari kira-kira hingga 150 unit," katanya. ‎             
Kusrin juga berencana mengembangkan usahanya dengan membuka cabang pemasarannya di Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta," ucap Kusrin yang didampingi istrinya, Siti Aminah. Ke depan, dia ingin merakit televisi LED, tapi hingga saat ini permintaannya masih banyak pada televisi tabung.

Sekedar informasi, Muhammad Kusrin memiliki sebuah industri kecil menengah (IKM) bernama UD.Haris Elektronika. Dalam UD.Haris Elektronika, Kusrin memproduksi TV berukuran 14 inchi dan 17 inchi dengan harga Rp400 ribu-Rp500 ribu per unit.

Namun, apa yang dilakukan Kusrin dinyatakan melanggar pasal 120 (1) jo pasal 53 (1) huruf b UU RI no 3/2014 tentang Perindustrian dan Permendagri No 17/M-IND/PER/2012, Perubahan Permendagri No 84/M-IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia Terhadap Tiga Industri Elektronika Secara Wajib.

Dirinya pun harus menutup UD.Haris Elektronika dan harus merelakan Kejaksaan Negeri Karanganyar, Jawa Tengah memusnahkan 116 televisi rakitannya.

"Ya saya harus tutup untuk saat ini karena melanggar tidak ada SNI. Kerugian saya dari TV yang dimusnahkan itu per unitnya Rp500 ribu misalnya, sekira Rp58.000.000 (Rp500 ribu x 116 unit),"ujar Kusrin seperti dilansir Tempo.

Meski mendapatkan kerugian, UD.Haris Elektronika telah mendapatkan persetujuan Sertifikasi Produk Pengguna Tanda (SPPT) SNI Catdhode Ray Tube (CRT) TV. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyerahkan SPPT SNI CRT TV langsung kepada pemilik UD.Haris Elektronika Muhammad Kusrin.






Jokowi - JK 3846655029592734711

Poskan Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email