1657408484514812
Loading...

IPW Temukan 5 Kejanggalan Teror Bom Sarinah, Polisi Membantahnya via Facebook


Ketua Presidium IPW (Indonesia Police Watch) Neta S Pane berpendapat, setidaknya ada lima kejanggalan dalam peristiwa ledakan bom yang terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta pada Kamis (14/1/2016) lalu. Neta menyampaikan hal tersebut dalam diskusi publik di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2016).


"Kejanggalan pertama, kenapa rombongan Krishna Murti cepat tiba ke TKP hanya dalam 10 menit,"

Neta melanjutkan, Krishna sudah memakai rompi antipeluru dan langsung beraksi. Ujar Neta:

"Padahal, kan dia bukan Densus. Dia (Krishna) adalah Direktur Reserse Kriminal Umum,"

Neta mengatakan, keanehan selanjutnya ialah Karo Ops Polda Metro Jaya Kombes Martuani Sormin begitu cepat datang ke lokasi hanya dalam waktu 10 menit. Dia mengatakan,

"Kemudian, kenapa pelaku begitu tenang beraksi di ruang publik,"

Menurut Neta, selama ini, pelaku teroris itu selalu bersembunyi. Namun, kali ini, teroris tersebut tampil ke publik dan bergaya seperti tim Densus 88 juga.

Kejanggalan keempat, diungkap Neta:

"Kejanggalan yang keempat, kenapa setelah bom itu meledak, muncul polemik antara BIN dan polisi bahwa ini ISIS atau bukan," 

Neta mengatakan, keanehan kelima terletak pada pihak kepolisian. Ia menganggap polisi tidak memaparkan tentang tim pengantar dan penjemput teroris tersebut. Neta mengatakan,

"Karena kalau kita lihat dari kondisinya sangat mustahil kalau teroris itu tiba-tiba muncul. Memang dia jelangkung tidak diantar dan dijemput,"

Sebab, Neta mengatakan bahwa pihak kepolisian sempat menemukan ada kendaraan dengan pelat D.

"Namun, temuan ini kan tidak dijelaskan. Polisi tidak transparan," katanya.

Jawaban Polisi

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Krishna Murti enggan menanggapi langsung tudingan lima kejanggalan teror bom Thamrin yang dipaparkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Dia menjawab tudingan tersebut melalui akun Facebook-nya, atas nama Krishna Murti, Rabu (20/1/2016).                                            
Pada tayangan kiriman pertama terkait tudingan kejanggalan yang disebut Neta S Pane, dia mencantumkan video detik-detik peristiwa ledakan bom di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2016), versi CCTV.

"Bagi yg menuduh settingan, analis kacangan, spt pak NP; Semoga dosa anda diampuni Allah SWTSemoga korban2 yg masih terbaring di Rumah Sakit cepat sembuh..Semoga kelurga yg mati dapat diberikan kekuatanSemoga korban yang mati diterima disisi Allah SWT"

Pada tayangan kiriman kedua, dia mengunggah tayangan kiriman dari pemilik akun Facebook atas nama Nita Triyana yang menjelaskan latar belakang tim Krishna Murti tiba cepat di lokasi ledakan. Krishna menulis

"Pak NP; saya tdk perlu menjelaskan kenapa kami cepat ke TKP. Cukup FB bu Nita Triyana yg bercerita,"

Dalam tayangan kiriman dari akun Facebook Nita Triyana yang di-capture ke akun Krishna Murti, Nita menyebutkan bahwa dia sedang bersama Krishna Murti saat menerima kabar ledakan di Jalan MH Thamrin.

Nita Triyana menyebutkan, Krishna langsung loncat dan menuju ke lokasi menggunakan sirene.

"Yg buat pernyataan di coba aja deh, pake Sirine terobos lalulintas dari semanggi Ke sarinah .... 10 Menit cocok!"

Terkait rompi anti peluru, jawaban Khrisna:

"Kenapa sudah pake Rompi (anti peluru) ? Suka nonton Film2 gak sih.... Biasanya detektif2 itu Rompinya selalu siap di mobil mereka dan langsung bereaksi? Ya Namanya Polisi harus selalu langsung siap beraksi !Lah ... Masa mau ngopi2 dulu di stabuck gitu?"

...





Teror Jakarta 6343366946704994832

Posting Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email