1657408484514812
Loading...

Kota Solo Akan Hapus Aturan Pemerintah Pusat tentang 'Plastik Berbayar'


Kampanye Pemerintah pusat untuk menekan penggunaan kantong plastik dengan menerapkan model 'plastik berbayar' dinilai tidak efektif. Karena itu Pemkot Surakarta akan menghentikan model itu di semua tempat perbelanjaan di Kota Solo.


Jika toko masih menyediakan kantong plastik berbayar, gerakan anti kantong plastik akan sia-sia.

"Penerapan sistem plastik berbayar Rp 200 per kantong tidak menggerakkan orang untuk membawa kantong belanjaan. Kecuali kalau harganya Rp 20 ribu sekalian, orang baru akan berpikir ulang. Karena itu kami akan menghapus model kantong plastik berbayar secara bertahap di Solo. Tidak ada penjualan tas plastik, tidak akan ada evaluasi lagi," ujar Wali Kota Surakarta, Hadi Rudyatmo, Senin (7/3/2016).                              
Rudy menambahkan bahwa semenjak Pemerintah mencanangkan gerakan perang melawan sampah plastik sekitar dua pekan lalu, Pemkot Surakarta sudah mengarahkan masyarakat dengan berbagai cara agar membawa kantong belanja non-plastik sendiri dari rumah ketika datang ke pusat-pusat perbelanjaan ketika akan belanja.

Namun yang diputuskan oleh Pemerintah pusat dengan mengizinkan toko modern menjual kantong plastik, justru dinilainya merupakan blunder dan mementahkan semangat gerakan. Sistem plastik berbayar yang disediakan toko itu justru melemahkan lagi semangat publik yang semula sudah terbangun.

"Kantong plastik berbayar ini tidak efektif dan malah memberatkan konsumen. Kami akan ajak Kadin dan para pelaku UKM untuk membahas produksi tas belanja daur ulang," tegasnya. (detik.com)





Ekonomi 1792541119391770397

Poskan Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email