1657408484514812
Loading...

Mitos Saat Gerhana Matahari, Ibu Hamil Harus Ngumpet di Kolong Bila Tak Ingin Anaknya Belang. Benarkah?


Ketika terjadi gerhana matahari, ada mitos berkembang di masyarakat bahwa ibu hamil harus bersembunyi di kolong ranjang atau tempat tidur agar bayi yang ada dalam kandungan tidak belang seperti gerhana yang hitam. Ibu hamil juga tidak boleh keluar rumah karena berbahaya terkena pancaran gerhana matahari. Benarkah mitos tersebut?


Gerhana matahari merupakan fenomena alam di mana posisi bulan berada di antara matahari dan bumi. Sinar matahari yang harusnya jatuh ke permukaan bumi jadi terhalang oleh bulan. Bayangan bulan yang jatuh ke bumi membuat sebagian bumi menjadi gelap.

Saat itu, korona atau atmosfer matahari yang sehari-hari tidak bisa terlihat karena sinar yang bergitu terang menjadi bisa terlihat. Fenomena gerhana itu tidak berbahaya justru merupakan hal yang istimewa dan indah. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)
Thomas Djamaluddin menegaskan tidak ada hubungan antara gerhana dengan ibu hamil atau sinar matahari yang berbahaya saat gerhana.

"Gerhana matahari tidak memancarkan radiasi yang berbeda dari pada radiasi yang ada pada matahari. Gerhana matahari total itu radiasi matahari tertutup oleh bulan tidak berbahaya sama sekali," kata Thomas.

Hal senada diungkapkan Dr Frizar Irmansyah, SpOG (K) yang mengatakan belum ada bukti medis yang mengaitkan gerhana dengan janin yang dikandung ibu hamil.

"Nggak usah takut, nggak ada hubungannya gerhana secara medis dengan kehamilan," kata dr Frizar.

Menurut dr Frizar yang perlu diperhatikan adalah psikis ibu hamil. Jangan sampai gerhana itu membuat ibu hamil stres dan khawatir bakal terjadi yang macam-macam dengan janin yang di kandungnya.

"Kalau psikis ibu terganggu dengan gerhana bisa ada dampaknya. Kalau misalnya dengan gerhana ini ibu hamil jadi depresi dampaknya bisa kelahiran prematur," ujarnya.





Gerhana Matahari 7752538288190941019

Poskan Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email