1657408484514812
Loading...

Dikira Babi Ngepet, Seekor Anjing di Bekasi Babak Belur Dipukuli Warga, Ternyata...


"Ambil bensin, bakar anjingnya," teriak salah seorang warga dalam kerumunan. Warga mengira anjing tersebut adalah jelmaan babi ngepet. Warga di Jalan Haji Harun 8, Rt/Rw 02/11, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi, geram lantaran beberapa hari ini sering kehilangan uang.


Warga kemudian mengait-ngaitkan kabar hilangnya uang tersebut dengan isu adanya babi ngepet.

Kegiatan ronda pun diperketat. Tepatnya Sabtu, (02/04/2016) sekira pukul 01.30 WIB, warga yang kebetulan meronda tiba-tiba melihat anjing warna hitam yang sedang berjalan dari arah kebon milik salah seorang warga. Saksi mata mengatakan di belakang anjing tersebut ada seekor babi. Warga lantas menangkap anjing tersebut dan langsung memukuli si anjing hingga babak belur.

"Sementara si babi hilang entah ke mana," ujar salah seorang warga.

Kisah tersebut ditulis di akun Facebook doglover Indonesia. Betapa malang nasib si anjing, ia mengalami patah kaki depan, luka sobek di beberapa anggota badan, mata memar membiru, hingga pelipis remuk. Tidak hanya itu, si anjing didapati tim doglover sedang terikat di pohon di pekarangan tanpa sedikit pun makanan.

Anjing itu ditangkap dan menjadi sasaran amuk lantaran warga menduga anjing tersebut sebagai rekan kerja babi ngepet. Warga meyakini jika anjing tersebut disandera, maka babi akan datang menjemput si anjing. Saat itulah warga berharap akan dapat menangkap si babi yang selama ini dianggap sebagai biang keladi hilangnya uang.

Menanggapi insiden tak masuk akal itu, tim doglover tidak ingin berpangku tangan. Mereka kemudian meminta warga untuk melepaskan anjing malang tersebut. Namun sekelompok warga malah bersikap arogan, mereka menentang bahkan menuduh pihak doglover adalah sang empunya anjing, alias pelaku pesugihan.                          
Tak ingin ada ribut-ribut lebih lanjut, antara warga dengan sekumpulan orang pecinta anjing, ketua RT Jatirahayu mencoba mencari jalan tengah. Malam itu dalam pertemuan singkat yang dimediasi ketua RT, musyawarah menghasilkan keputusan yakni, anjing tersebut boleh dibawa setelah 2X24 jam terhitung sejak hari itu.

Selain itu, tidak diperkenankan membawa anjing ke dokter, jika ingin mengobati maka dokter yang mendatangi anjing, tidak boleh sembarangan memberi makan anjing, dan dilarang menjenguk anjing di malam hari.

Kemudian pada Minggu tertanggal 03 April, seorang dokter berhasil didatangkan untuk mengobati anjing malang tersebut. Anjing bahkan sempat dibius karena harus menjahit luka di sekujur tubuhnya. Hari itu mungkin menjadi hari di mana anjing bisa sedikit menikmati malam yang lengang tanpa ada teriakan serta makian dari warga.

Menuju hari berikutnya, tertanggal 04 April tengah malam, warga kembali berbondong-bondong dan menyeret anjing tersebut ke kebun. Warga mengikat anjing yang masih perban itu di kebun dan menunggu hingga pukul 05.00 pagi. Jika anjing tersebut tak berubah, maka akan dilepaskan. Namun jika berubah menjadi apa yang diimajinasikan warga, maka anjing tersebut akan dibakar beserta pemiliknya. Tak tanggung-tanggung pihak kepolisian juga mengawal insiden tersebut.

Jam demi jam terlewati hingga adzan subuh dikumandangkan, namun anjing tetaplah anjing. Tak bergeming, tak ada perubahan. Warga yang marah kini kecewa entah malu. Mereka lantas membubarkan diri dan membolehkan doglover membawa anjing itu keluar dari kampung mereka.





Berita Daerah 7655331104393910300

Poskan Komentar

Beranda item

Terkini

Follow by Email